![]() |
| Kepala Bidang (Kabid) SDA PUTR Kabupaten Cianjur Femi. (Foto: SignalCianjur) |
Kepala Bidang (Kabid) SDA PUTR Kabupaten Cianjur Femi menjelaskan pokok masalah, ditemukan retakan pada lantai kerja yang menyebabkan air meresap, itu tidak ditemukan kebocoran dari bagian lain, hanya terfokus di lantai.
"Nah! Retakan diduga berasal dari pemasangan batu/lantai kerja sehingga resapan air tidak sempurna" terang dia, saat dikonfirmasi langsung awak media, Kamis (8/1/2026) kemarin.
Masih diungkapkan dia, soal status kontrak dan tanggung jawab proyek telah serah terima pada bulan Desember 2025.
"Artinya saat ini masih dalam masa pemeliharaan 6 bulan setelah serah terima," jelas Femi.
Ia juga menyampaikan selama masa pemeliharaan, tanggung jawab perbaikan sepenuhnya ada pada kontraktor. Dan, kualitas Konstruksi secara umum kualitas TPT sudah sesuai RAB, pasangan batu dan frame beton dinilai sesuai.
"Permasalahan hanya pada retakan lantai kerja, bukan struktur utama," kata Kabid SDA PUTR Kabupaten Cianjur.
Tindak lanjut, hal sama diungkapkan dia, kontraktor sudah dipanggil dan diperintahkan memperbaiki lantai. Perbaikan difokuskan agar lantai benar-benar kedap air, tidak ada lagi resapan.
Perbaikan sedang berjalan dan harus dipastikan tidak ada air meresap sama sekali.
"Target penyelesaian paling lambat minggu ini harus rampung. Ke depan, pengawasan akan ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Femi.
Sehubungan dengan adanya informasi dan perhatian terhadap kondisi bangunan, khususnya terkait adanya resapan air pada bagian lantai, bersama ini kami sampaikan tanggapan dan klarifikasi sebagai berikut:
Kondisi dan Permasalahan Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa terdapat retakan pada lantai kerja yang menyebabkan terjadinya resapan air.
Perlu disampaikan, dikatakan di, bahwa permasalahan tersebut hanya terjadi pada bagian lantai, dan tidak ditemukan kebocoran atau kerusakan pada bagian struktur lainnya. Kualitas pekerjaan secara umum, diterangkan dia, kualitas pekerjaan konstruksi, termasuk TPT dan pasangan batu dengan rangka beton.
"Nah! Itu telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam RAB dan spesifikasi teknis.
Sambungnya, tindak lanjut perbaikan dinas telah memanggil dan memerintahkan kontraktor untuk segera melakukan perbaikan pada bagian lantai kerja tersebut. Perbaikan difokuskan agar lantai benar-benar kedap air, tidak terjadi lagi resapan, dan hasilnya dapat terlihat secara nyata apabila dilakukan pengujian air.
"Saat ini proses perbaikan sedang dan terus dilaksanakan, dengan target penyelesaian paling lambat dalam minggu ini," jelas dia.
Pengawasan ke depan, Femi juga menyampaikan dinas menyadari bahwa pengawasan pelaksanaan pekerjaan perlu lebih ditingkatkan.
"Ya! Supaya kualitas hasil pekerjaan dapat terjaga dengan baik dan kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas dan pintanya.
Ia berharap melalui perbaikan dilakukan pada masa pemeliharaan ini, kondisi bangunan dapat kembali berfungsi secara optimal, aman, dan sesuai standar teknis.
'Tentu dinas berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan hingga dipastikan tidak ada lagi resapan air dan hasil pekerjaan benar-benar layak," tutup Femi.
Informasi diterima, status kontrak dan tanggung jawab pekerjaan telah dilakukan serah terima pada bulan Desember, dan saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan selama 6 (enam) bulan.
Ia menambahkan tanggung jawab perbaikan sepenuhnya menjadi kewajiban pihak kontraktor sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.
Adapun kendala muncul murni disebabkan retakan pada lantai kerja, memungkinkan air meresap dan belum sepenuhnya kedap air," bener Femi.(Faj/*)




