Notification

×

Iklan

Iklan

Soal Pergram MBG, Inilah yang Dikeluhkan Pedagang Pasar Kecil di Cianjur

1/13/2026 | Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T00:27:42Z

Kasubag Pasar Induk Cianjur (PIC), Asep Ridwan. (Foto: SignalCianjur)


SIGNALCIANJUR- Kesulitan mendapatkan pasokan barang dikeluhkan utama pedagang pasar kecil, menurunnya ketersediaan barang dagangan, terutama untuk komoditas pokok seperti telur, daging ayam dan sayuran. 

Hal tersebut dibenarkan Kepala melalui Kasubag Pasar Induk Cianjur (PIC), Asep Ridwan – Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewakili para pedagang, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (13/1/2025)

"Para pedagang menilai bahwa sebagian besar pasokan kini lebih banyak diserap oleh pembeli besar dan distributor yang melayani program MBG.," akunya.

Akibatnya, Asep juga menyampaikan pedagang kecil sering kehabisan stok atau hanya mendapatkan pasokan dalam jumlah terbatas.

"Nah! persaingan tidak seimbang dengan pembeli skala besar," katanya.

Ia juga mengatakan pedagang kecil merasa berada dalam posisi tidak seimbang karena tidak mampu bersaing dengan pembelian dalam jumlah besar.  
Distributor dan pemasok cenderung memprioritaskan pembeli besar karena transaksi lebih cepat, volume besar, dan pembayaran lebih pasti.

"Hal ini membuat pedagang kecil sering berada di urutan terakhir dalam distribusi barang," jelas Asep.


Sambungnya, keterbatasan modal pedagang kecil, program MBG dinilai membutuhkan pasokan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. 

Asep Ridwan, terakhir menambahkan pedagang kecil mengaku tidak memiliki modal yang cukup untuk membeli stok dalam jumlah besar sekaligus, sehingga mereka kalah cepat dalam mendapatkan barang ketika terjadi lonjakan permintaan di tingkat distributor. 

"Keterbatasan Modal Pedagang Kecil
Program MBG dinilai membutuhkan pasokan dalam jumlah besar dan berkelanjutan," pungkasnya.(Red/*)





×
Berita Terbaru Update