Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik Akses Jalan Antar RW Ditutup Total di Batulawang Cipanas Cianjur, Begini Kronologisnya

1/03/2026 | Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-03T02:46:02Z

Akses jalan menuju antar RW yang ditutup di Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur. (Foto: Tangkapan layar)

SIGNALCIANJUR.COM - Viral video di media sosial (Medsos) melalui WhatsApp (WA), Dusun 04 Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, telah terjadi penutupan total akses jalan, pukul 14.00 WIB, Jumat, (2/1/2026) kemarin.

Berdasarkan informasi, jalan tersebut berada di atas lahan milik warga RT 03/RW 10 yang merupakan akses penghubung antar RT dan RW yang berlokasi di RT 05/ RW 11, Dusun 04, Desa Batulawang. 

Ketua RW 12, Desa Batulawang, H. Nirsiwan membenarkan jalan ini merupakan satu-satunya akses utama menghubungkan warga RT 01/02/03/04/05/ RW 11 menuju RT 01/02/03/04/05/06/ RW 12, serta menjadi jalur penting untuk warga.

"Aktivitas warga sehari-hari," katanya kepada insan media, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Ia juga mengatakan akses anak-anak menuju SD Neglasari, lalu ke SMP Assuqi, bahkan tentunya kegiatan ekonomi warga atau petani, pedagang, dan lainnya.

Sekitar lima tahun terakhir, warga terpaksa menggunakan jalan di lahan milik tersebut karena akses jalan sebelumnya mengalami longsor dan tidak dapat digunakan. 

Selama itu, jalan tersebut dipakai sebagai jalur darurat demi kelangsungan aktivitas warga.

Sekitar dua bulan terakhir, warga bersama RT, RW, dan tokoh masyarakat Dusun 04 berinisiatif untuk menggalang dana swadaya guna melakukan pembebasan lahan agar jalan tersebut dapat menjadi akses permanen.

Dalam musyawarah yang dilaksanakan di Madrasah Dusun 04 (Neglasari), disepakati harga lahan dari pemilik sebesar Rp40.000.000
Swadaya warga sebesar Rp50.000 per KK

"Waktu pengumpulan dana selama dua bulan," ujar Ketua RW.

Namun, masih dikatakan dia, hingga batas waktu yang disepakati, dana yang berhasil terkumpul hanya sekitar Rp10.000.000.

"Sehingga warga belum mampu membayar uang muka (DP) atau melanjutkan proses pembebasan lahan," papar Ketua RW.

Penutupan jalan, masih dijelaskan dia, karena belum adanya kejelasan pembayaran dan kemungkinan pemilik lahan telah kehabisan kesabaran.

"Maka pada tanggal tersebut jalan ditutup total tanpa batas waktu yang ditentukan," tutup Ketua RW Desa Batulawang.

Sementara itu, mantan Ketua RT setempat, Dodi juga mengakui, dampak penutupan ini menyebabkan lumpuh totalnya akses warga.

"Ya! Bingung saat ini anak-anak sekolah kesulitan dan aktivitas ekonomi warga terhambat," katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan akses kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas sama sekali yang paling dikhawatirkan, apabila terjadi kondisi darurat.

"Nah! Seperti halnya warga sakit dan kecelakaan," pungkas Dodi.

Diakui Dodi, jelas hal ini kondisi mengancam keselamatan jiwa.
Maka itu, akses pertolongan medis akan sangat terhambat.

"Khawatir akan berpotensi membahayakan nyawa warga," ujarnya.

Peristiwa tersebut sangat memukul psikologis dan kehidupan sosial warga setempat, diantaranya RW 11/RT 01/02/03/04/05, sebagaimana disampaikan oleh Dodi dan Asep, warga RT 02 /RW 12, Dusun 04 Desa Batulawang. 


Terpisah, Kepala Desa (Kades) Batulawang, Nanang mengatakan sebagai pemimpin pemerintahan desa, tentu memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan persatuan warga.

"Tentu menjadi penengah dalam konflik sosial," jelas dia, saat dikonfirmasi langsung awak media.

Ia memastikan kebijakan di desa tidak merugikan kelompok tertentu, dan 
mengedepankan penyelesaian masalah secara demokratis.

"Karena itu, kades tidak mengambil keputusan sepihak, melainkan memilih musyawarah bersama sebagai solusi utama," terang Nanang.

Hal apa diungkapkan dia, musyawarah sebagai solusi, dilakukan dengan melibatkan diantaranya perwakilan RW yang terdampak, tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur BPD atau pihak terkait lainnya.

"Tujuan musyawarah mendengarkan semua pendapat dan keluhan warga untuk menjelaskan dasar hukum dan dampak penutupan jalan serta mencari titik temu adil bagi semua pihak.

"Menghasilkan kesepakatan bersama yang disetujui secara terbuka," ujar Kades Batulawang.

Kades Batulawang berharap 
dari musyawarah ini, ditemukan solusi yang tidak merugikan salah satu pihak
Akses jalan dapat diatur dengan aturan yang jelas atau jam buka-tutup, pengawasan, dan lainnya.

"Nah! Berharap konflik penutupan jalan ini dapat diselesaikan secara damai hubungan sosial warga kembali harmonis," tutup Nanang. (Red/*)





×
Berita Terbaru Update