![]() |
| Sstem penguncian digital berbasis sidik jari. (Foto: Mul/JabarNews.com) |
SIGNALCIANJUR.COM– Wartawan kesulitan melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur karena beberapa pintu kantor menggunakan sistem penguncian digital berbasis sidik jari.
Hal tersebut dibenarkan seorang wartawan media online di Kabupaten Cianjur, Rohendi, k1ondisi tersebut membuat awak media tidak bisa menemui pejabat terkait maupun mengakses ruang pelayanan.
"Ya! Artinya menghambat kinerja juga dikeluhkan warga yang membutuhkan informasi langsung. Apalagi perlu konfirmasi biar berimbang soal pemberitaan yang rentan," sesalnya sangat disayanginya.
Wartawan mengaku kesulitan melakukan wawancara untuk konfirmasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) lantaran sejumlah pintu kantor menggunakan sistem penguncian digital sidik jari.
Kondisi ini, Rohendi juga menilai menghambat keterbukaan informasi publik dan dikeluhkan tidak hanya oleh awak media, tetapi juga warga.
"Akses wartawan untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) dinilai tertutup," tegas dia.
Masih diungkapkan Rohendi, sejumlah pintu kantor yang digembok dengan sistem digital sidik jari membuat awak media kesulitan bertemu pejabat terkait.
"Situasi ini menuai keluhan dan dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik," keluhnya.
Ia menambahkan penggunaan kunci digital sidik jari di sejumlah pintu kantor Dinas Pendidikan (Disdik) menyulitkan wartawan melakukan wawancara dan konfirmasi.
"Ya! Tentu kondisi tersebut dikeluhkan warga dan awak media karena dianggap menghambat keterbukaan informasi publik," tutup Rohendi.
Sementara itu, Direktur PT Signal Cakrawala Media, Winarti juga sangat menyangkan situasi ini berpotensi mengganggu prinsip keterbukaan informasi publik (KIP) sesuai peraturan yang berlaku.
"Nah! Fakta ini terjadi nyata di lapangan dan dirasakan langsung oleh wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik," ujar dia, saat dikonfirmasi langsung wartawan, Senin (19/1/2026).
Diketahui, beberapa pintu kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur menggunakan sistem sidik jari, membuat akses wartawan dan warga ke informasi publik terhambat.
Namun, sayangnya saat hendak dikonfirmasi langsung awak media Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Cianjur, berdasarkan keterangan pegawai sedang tugas ke luar yang lebih penting yang tidak bisa ditinggalkan.
Bahkan, sempat dihubungi melalui telepon atau via WhatsApp (WA) beberapa kali dan melalui Short Message Service (SMS) hal sama belum memberikan jawaban atau penjelasan terkait persoalan ini. (Red/*)




