![]() |
| Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid At-Taubah, Jumat 4 September 2026, lalu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang diselenggarakan Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Cianjur itu diikuti petugas dan seluruh santri WBP. Hadir Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur Prayogo Mubarak bersama jajaran pejabat struktural, serta Pimpinan Pondok Pesantren At-Taubah KH Ahmad Yani dan para assatidz.
Dalam tausiah dan penyampaiannya, KH Ahmad Yani menekankan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Cianjur Prayogo Mubarak mengatakan, keberadaan Pondok Pesantren At-Taubah menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan kepribadian dan kerohanian WBP.
“Melalui penguatan nilai kepribadian dan kerohanian," katanya.
Ia berharap seluruh Warga Binaan dapat mengikuti setiap program pembinaan di Pondok Pesantren At-Taubah dengan sungguh-sungguh. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan diterapkan dalam kehidupan.
"Artinya ketika kembali bersama keluarga dan masyarakat,” ujar Prayogo.
Sementara itu, tausiah yang disampaikan Ustaz E. Royani atau Aang Petir mengajak para santri WBP meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dengan membiasakan diri bersikap jujur, sabar dan bertanggung jawab serta menjauhi kebohongan.
Ia juga mengajak peserta memperbanyak membaca shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Selain memberikan tausiah, Ustaz E. Royani memotivasi para WBP agar terus memperbaiki diri dan mengikuti seluruh program pembinaan kepesantrenan secara sungguh-sungguh.
Nilai keagamaan dan nasihat yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi WBP untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan Maulid Nabi tersebut, ia menambahkan Lapas Cianjur menegaskan komitmennya menjadikan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses perubahan sikap dan perilaku WBP.
"Agar lebih siap kembali ke tengah keluarga dan masyarakat," tutup Ustaz E. Royani atau Aang Petir. (Red/*)
