![]() |
| Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus memperkuat proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus memperkuat proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai kegiatan yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesadaran untuk memperbaiki diri.
Salah satunya melalui pelaksanaan upacara bersama WBP yang digelar pada Senin, 28 September 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan dalam mengikuti seluruh program pembinaan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Kelas IIB Cianjur menyampaikan pentingnya seluruh WBP menaati aturan dan mengikuti setiap rangkaian pembinaan secara konsisten.
Kedisiplinan selama berada di dalam Lapas diharapkan tidak berhenti pada kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi dapat menjadi kebiasaan positif yang dibawa WBP ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayoga Mubarak, mengatakan bahwa setiap kegiatan pembinaan memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran WBP agar mampu menjalani proses perubahan secara bertahap.
“Upacara bukan hanya kegiatan seremonial. Ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mengingatkan bahwa kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan hal penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik,” ujar Prayoga, Selasa (19/9/2026)
Menurutnya, proses pemasyarakatan membutuhkan komitmen dari seluruh pihak, terutama kemauan dari WBP untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.
“Kami ingin setiap WBP memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan dengan sebaik-baiknya. Harapannya, mereka tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki perubahan sikap, keterampilan, dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di masyarakat,” katanya.
Lapas Cianjur, lanjut Prayoga, akan terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kedisiplinan serta ketertiban.
“Yang paling penting adalah bagaimana proses pembinaan ini dapat menumbuhkan kesadaran dari dalam diri. Perubahan yang baik akan lebih kuat apabila muncul dari kemauan sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Cianjur menegaskan bahwa pembinaan bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan bagian dari upaya mempersiapkan WBP.
"Agar mampu memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai positif," pungkasnya. (Red/*)

