![]() |
| Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu Ferdian saat diwawancarai awak media. (Foto: Mamat Mulyadi Metropolitan) |
SIGNALCIANJUR.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai memasuki tahapan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 yang akan dilaksanakan secara digital. Sebanyak 47 desa di 23 kecamatan dijadwalkan mengikuti Pilkades serentak pada 18 Oktober 2026, Senin (31/8/2026).
Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian mengatakan sebagai bagian dari persiapan, Pemkab Cianjur menggelar sosialisasi dan simulasi yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, serta pihak-pihak yang akan terlibat secara teknis dalam penyelenggaraan Pilkades.
"Nah! Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat," katanya saat dikonfirmasi langsung awak media, siang.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, waktu sekitar dua bulan menjelang pelaksanaan dinilai masih memadai untuk melakukan berbagai persiapan, termasuk penguatan teknis di lapangan.
“Dua bulan ini insyaallah cukup untuk mempersiapkan pelaksanaan Pilkades. Anggaran juga sudah tersedia, sehingga yang terpenting sekarang bagaimana seluruh perangkat dan penyelenggara memahami teknis pelaksanaannya,” ujar Bupati Wahyu.
Salah satu perhatian Pemkab Cianjur adalah memastikan masyarakat lanjut usia (lansia) maupun pemilih yang belum terbiasa dengan sistem digital tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan mudah.
Menurut Bupati Wahyu, sistem yang digunakan telah dirancang sederhana. Pemilih nantinya cukup mengarahkan kamera pada barcode yang tersedia, kemudian pilihan calon akan muncul pada perangkat yang digunakan.
“Untuk lansia sebenarnya mudah karena sudah disediakan barcode yang cukup diarahkan ke kamera. Setelah itu pilihan langsung muncul dan tinggal diklik,” jelasnya.
Bupati menegaskan, bagi warga yang mengalami kesulitan dalam menggunakan perangkat digital, akan disiapkan pendampingan dari petugas atau panitia Pilkades di masing-masing desa.
Masih ujarnya, kalau ada kesulitan, tentu akan ada pendampingan dari petugas atau penyelenggara di setiap desa.
"Nah! Jadi jangan sampai penerapan digital justru membuat masyarakat kesulitan menggunakan hak pilihnya," beberapa Bupati Cianjur.
Pemkab Cianjur berharap seluruh tahapan persiapan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga pada hari pelaksanaan nanti, Pilkades serentak digital di 47 desa dapat berlangsung aman, tertib, dan transparan.
"Intinya memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih," ujar Bupati Wahyu.
Bupati Wahyu menyampaikan pula, pelaksanaan Pilkades secara digital juga diharapkan menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemilihan kepala desa, dengan tetap mengedepankan aksesibilitas.
"Artinya bila lansia akan ada pendampingan bagi seluruh kelompok masyarakat," tutupnya.
Simulasi tersebut juga dilakukan untuk memberikan pemahaman sekaligus gambaran teknis kepada para petugas di tingkat kecamatan dan desa agar pelaksanaan Pilkades digital dapat berjalan tertib, lancar, dan mudah dipahami masyarakat. (Red/*)
