![]() |
| Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Ahmad Mutawali. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur menekan angka stunting melalui keikutsertaan aktif dalam gerakan sosial penggalangan dana Gerakan Peduli Stunting (GPS).
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Ahmad Mutawali, mengatakan pihaknya mendukung gerakan sosial tersebut sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap masa depan generasi Cianjur.
“Kami di DLH Kabupaten Cianjur mendukung GPS," katanya, Senin (31/8/2026).
Masih ujarnya, ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi kami terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujar Ahmad Mutawali.
Menurutnya, persoalan stunting perlu ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan. Dukungan terhadap program sosial seperti penggalangan dana yang diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
"Artinya dalam membantu keluarga yang membutuhkan," ucap Ahmad Mutawali
Ahmad menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia.
"Anak-anak yang sehat dan tumbuh optimal merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi Cianjur yang berkualitas," paparnya.
Keterlibatan DLH dalam gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan stunting yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, percepatan penanganan stunting membutuhkan peran pemerintah, dunia usaha, organisasi, komunitas, hingga masyarakat.
Ia juga mengucapkan semoga gerakan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan semakin meningkatkan kesadaran.
"Bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Kepala DLH Kabupaten Cianjur.
Melalui partisipasi tersebut, ia menambahkan DLH Cianjur berharap semangat kepedulian sosial terus berkembang.
"Sehingga upaya menekan angka stunting dapat dilakukan secara lebih luas, terintegrasi, dan berkesinambungan," tutup Ahmad Mutawali. (Red/*)
