![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mendorong masyarakat, khususnya pelajar dan keluarga, untuk memahami pentingnya skrining talasemia sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit darah bawaan yang diturunkan secara genetik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, menjelaskan bahwa karena talasemia berkaitan dengan faktor genetik, mengetahui status pembawa sifat atau carrier sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, deteksi dini sangat penting karena seseorang yang membawa sifat talasemia bisa saja tidak menunjukkan gejala yang berat. Melalui skrining, status tersebut dapat diketahui lebih awal.
"Sehingga masyarakat memperoleh informasi dan konseling yang tepat,” ujar dr. I Made Setiawan.
Menurutnya, salah satu akses skrining yang dapat dimanfaatkan pelajar adalah melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebagai pembawa sifat talasemia, anak akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di puskesmas.
"Nah! Ataupun fasilitas pelayanan kesehatan serta memperoleh konseling," katanya.
Kepala Dinas Kabupaten Cianjur juga menyampaikan informasi mengenai status kesehatan ini menjadi bekal penting ketika anak tumbuh dewasa dan nantinya merencanakan pernikahan.
"Mengetahui status masing-masing, pasangan dapat memperoleh pemahaman mengenai risiko talasemia pada keturunannya,” jelasnya.
Kepala Dinkes Cianjur mengajak masyarakat tidak menganggap skrining sebagai hal yang menakutkan. Sebaliknya, pemeriksaan sejak dini merupakan bagia bagian dari pada upaya membangun kesadaran kesehatan keluarga.
"Artinya untuk melindungi generasi mendatang," ujarnya.
Talasemia merupakan kelainan darah yang menyebabkan tubuh memproduksi hemoglobin secara tidak normal. Kondisi tersebut dapat membuat sel darah merah lebih mudah rusak sehingga kemampuan tubuh membawa oksigen berkurang dan menyebabkan anemia. Pada talasemia mayor, penderita umumnya membutuhkan transfusi darah secara rutin serta penanganan medis jangka panjang.
Maaih ujarnya, kenali status kesehatan sejak dini, manfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia, dan ajak keluarga untuk ikut melakukan skrining. Pencegahan melalui deteksi dini merupakan langkah bersama untuk meminimalkan risiko lahirnya.
"Nah! Anak dengan talasemia mayor,” ucap dr. I Made Setiawan.
Kadinkes Kabupaten Cianjur menambahkan dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap talasemia, diharapkan upaya deteksi dini dan konseling dapat semakin luas.
"Sehingga keluarga dapat mengambil keputusan kesehatan berdasarkan informasi yang tepat," pungkasnya. (Red/*)
