![]() |
| Rumanah (60), korban luka bakar akibat kebocoran gas elpiji 3 kilogram, telah disholatkan. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR — Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti Gang Bhakti I, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Rumanah (60), korban luka bakar akibat kebocoran gas elpiji 3 kilogram, telah disholatkan Rabu (4/3/2026).
Diketahui, setelah sebelumnya dinyatakan sempat dirawat dulu di Bandung, lalu dibawa lagi untuk perawatan serius di RS Bunut Sukabumi, hingga dinyatakan meninggal dunia, sekitar pukul 17.40 WIB. Rabu (4/3/2026).
Jenazah almarhumah dipulangkan dari RS Bunut Sukabumi dan langsung dibawa ke kediaman keluarga untuk disemayamkan sebelum pelaksanaan salat jenazah.
Sejak pagi hari, warga sekitar tampak berbondong-bondong mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah.
Tangis pilu juga terdengar dari para tetangga yang mengenal almarhumah sebagai sosok ibu yang ramah dan dikenal baik di lingkungan sekitar.
Pelaksanaan salat jenazah berlangsung khidmat. Ratusan warga memenuhi area sekitar rumah dan masjid setempat untuk turut mendoakan almarhumah agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Aceng (40), menantu almarhumah, menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat.
"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian dari warga. Semoga almarhumah husnul khatimah dan segala amal ibadahnya diterima," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Camat Cianjur, A Saripudin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya korban serta mengapresiasi solidaritas warga yang hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Cianjur, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya," ucapnya.
Masih diungkapkan dia, semoga keluarga diberi ketabahan dan korban lain yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan.
"Semoga amal ibadah diterima Allah SWT. Amin," tutur A Saripudin.
Lurah Sawahgede, Dendi Setiawan juga menyampaikan hal serupa dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas elpiji di rumah tangga guna menghindari musibah serupa.
"Tentunya kami ikut berduka," ucapnya.
Sementara itu, anggota keluarga lainnya masih terus mendampingi korban yang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Keluarga kembali berharap doa dari masyarakat agar korban yang masih dirawat segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Terlihat, kehadiran warga yang berbondong-bondong mendoakan almarhumah menjadi bukti kuatnya solidaritas dan kepedulian sosial di tengah musibah yang menimpa salah satu keluarga di wilayah tersebut. (Red)




