![]() |
| PMII Kabupaten Cianjur melaksanakan "Konfercab 2026", di Gedung PCNU Cianjur. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM- - PMII Kabupaten Cianjur telah melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) 2026, di Gedung PCNU Kabupaten Cianjur, Sabtu (31/1/2026).
Informasi diterima, pelaksanaan Konfercab tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan AD-ART dan Peraturan Organisasi (PO) PMII.
Diketahui, berrdasarkan hasil konfercab sah dan konstitusional, maka masa khidmat kepengurusan PMII Cianjur periode 2026–2027 secara resmi jatuh kepada Ketua Cabang terpilih, M Abdul Rohim Rijki.
"Nah! Penetapan ini dinyatakan sah, legal, dan sesuai mekanisme organisasi," jelas Ketua Cabang terpilih, M Abdul Rohim Rijki.
Sementara itu, demisioner Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur, Saepul Rohman, dalam keterangannya menegaskan pentingnya menjaga nilai dasar PMII dalam setiap proses organisasi.
Ia juga menyampaikan PMII dibangun atas dasar nilai intelektualitas dan moralitas.
Masih diungkapkan dia, apabila ada proses yang tidak sesuai mekanisme, maka itu harus dibenahi, bukan ditutup-tutupi.
Saepul Transparansi dalam setiap tahapan kaderisasi merupakan keharusan, termasuk kelengkapan administrasi.
"Nah! Selain itu pemenuhan syarat kegiatan lapangan seperti Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) maupun tahapan pengkaderan lainnya," jelas dia.
Sementara itu, Badan Pekerja Konfercab (BPK) menegaskan bahwa seluruh rangkaian Konfercab telah dilaksanakan secara terbuka, partisipatif, dan berlandaskan aturan organisasi.
"BPK memastikan bahwa seluruh tahapan Konfercab PMII Cianjur berjalan sesuai AD/ART dan PO," tengah dia.
Hal sama diungkapkan dia, setiap keputusan yang dihasilkan merupakan hasil musyawarah forum tertinggi di tingkat cabang dan memiliki legitimasi organisasi.
Terpisah, Ketua Cabang PMII Kabupaten Cianjur terpilih, Abdul Rohim Rijki, menyampaikan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi.
"Nah! Artinya merangkul seluruh kader PMII Kabupaten Cianjur pasca-konfercab," katanya.
Rohim juga mengatakan amanah ini adalah tanggung jawab besar. Saya mengajak seluruh kader PMII Kabupaten Cianjur untuk kembali memperkuat persatuan, menghormati hasil forum, serta bersama-sama membangun PMII yang berlandaskan nilai keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas. Perbedaan dalam dinamika Konfercab adalah hal wajar.
"Tapi persatuan dan kaderisasi tetap menjadi prioritas utama," tambahnya.
Terakhir, Ia menambahkan terselenggaranya Konfercab ini, diharapkan kepemimpinan baru PMII Cianjur dapat melanjutkan estafet perjuangan organisasi secara konsisten, transparan, dan inklusif.
"Intinya berorientasi pada penguatan kaderisasi serta pengabdian kepada masyarakat," tutup Rohim. (Red/*)



