![]() |
| Dinas PUTR Cianjur rapat komisi irigasi untuk membahas upaya optimalisasi pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi. (Foto: Tangkapan layar) |
SIGNALCIANJUR.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur rapat komisi irigasi untuk membahas upaya optimalisasi pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar mengatakan upaya untuk menjamin ketersediaan air irigasi secara adil, merata, dan berkelanjutan bagi lahan pertanian. Dan, meningkatkan fungsi dan keandalan jaringan irigasi.
"Sehingga kerusakan dapat diminimalkan dan usia layanan jaringan lebih panjang. Mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi," kata Eri.
Hal sama disampaikan dia, upaya memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, UPTD, dan petani melalui GP3A.
Mendukung ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
"Capaian terhadap masyarakat akan dirasakan langsung. Nah! Khususnya petani," jelas dia.
Diungkapkan Kadis PUTR Kabupaten Cianjur ini, distribusi air irigasi lebih lancar dan teratur, sehingga mengurangi risiko kekeringan atau kelebihan air pada lahan pertanian.
"Peningkatan hasil panen dan intensitas tanam, yang berdampak pada naiknya pendapatan petani," terang dia.
Diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur melalui rapat komisi irigasi membahas upaya optimalisasi pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi, Selasa, (23/12/2025) di aula rapat
Rapat tersebut diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Komisi Irigasi, UPTD PII Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, serta anggota GP3A Mitra Cai.
Seluruh pemangku kepentingan bersama-sama melakukan koordinasi dan sinkronisasi program pengelolaan irigasi.
"Ya! Agar lebih optimal dan berkelanjutan," ujar Kadis PUTR Kabupaten Cianjur.
Eri menambahkan berkurangnya potensi konflik antar petani terkait pembagian air irigasi. Bahkan, untuk peningkatan peran serta masyarakat pengelolaan irigasi melalui GP3A.
"Nah! Sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama," pungkasnya.
Sekedar informasi, hal tersebut sebagai bentuk atau upaya untuk meningkat kesejahteraan petani dan ketahanan ekonomi desa, sebagai dampak lanjutan dari sistem irigasi yang berfungsi optimal. (Red/*)



