Notification

×

Iklan

Iklan

Isak Tangis Keluarga Pecah, Rivan Agustian Korban Peristiwa Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar Dikebumikan di TPU Pamoyanan Cianjur

11/04/2025 | November 04, 2025 WIB Last Updated 2025-11-04T08:25:09Z
Detik-detik Rivan Agustian korban peristiwa truk tangki BBM Pertamina terbakar hendak dishalatkan dan dikebumikan di TPU Pamoyanan, Cianjur. (Foto: SignalCianjur)


SIGNALCIANJUR.COM- Terdengar pecah, isak tangis keluarga, tetangga dan kerabat Rivan Agustian (23) warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur yang menjadi korban peristiwa truk tangki BBM Pertamina terbakar, hari ini dikebumikan, pukul 13.30 WIB, Selasa (4/11/2025).

Ade (50) warga setempat mengatakan Rivan (almarhum) di lingkungan tetangga kepribadian baik, dan aktif bersosial. Seperti gerakan keagamaan paling utama, dan hal positif lainnya bila ada kegiatan di kampung sini.

"Kaget seakan tak percaya ada peristiwa kecelakaan dan menjadi luka bakar maka itu," ucapnya nampak terlihat sedih, dikonfirmasi langsung Signal Cianjur, siang.

Lebih lanjut Ade mengatakan sebelumnya kejadian beliau, sempat pamitan kepada orang tua di rumah, dan pulang dulu mau kerja lebur.

"Ada kerjaan turun barang (bongkar muat) di toko setiap hari kerja," ujarnya.

Diketahui, Rivan bekerja sebagai karyawan di salah satu Toko Yul Glosir, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku (tepatnya sebelum Tugu Pasar Hayam) terhitung hampir mau dua tahun.


Bahkan, terlihat, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) hadir saat detik-detik terakhir pemakaman Rivan, dan memastikan seluruh biaya sepenuhnya ditanggung jawab, dari mulai awal hingga akhir.

Demikian hal yang dikemukakan Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat Bagian Barat, Susanto August Satria, dalam siaran pers yang diterima Jabarnews.com.

Sempat dibawa ke RSUD Sayang Cianjur dulu dirawat, akhirnya dirujuk ke RS Pertamina Jakarta, pasien (korban luka bakar) tersebut sempat dirawat di RSUD Sayang Cianjur sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pertamina Jakarta. 

Ini menunjukkan bahwa kondisi pasien memerlukan penanganan medis lebih lanjut (serius) mungkin tidak tersedia di rumah sakit daerah pada saat itu. 

"Sehingga diperlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di Jakarta," tutur Ade, dibenarkan warga lainnya.

Rivan dikebumikan oleh pihak keluarga besarnya, di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.

Masih ujarnya, seperti terlihat saat ini di Masjid hendak mau disholatkan jenazah banyak warga yang ikut serta mendoakan, belum di luar daerah damang serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, yaitu bupati dan wabup pun ikut bela sungkawa mengirimkan karangan bunga kepada Rivan.

"Kepribadian santun dan baik pokoknya. Apalagi ayahnya rajin sering bantu-bantu di Masjid juga aktif," bilang Ade.

Ia mendoakan semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan iman Islam diterima juga. Insyaallah meninggal husnul khatimah.

"Pasalnya posisi wafat sedang atau dalam keadaan bekerja untuk keluarga dan masa depannya," tutup Ade. (Red/*)




×
Berita Terbaru Update