Notification

×

Iklan

Iklan

Keren, Warga Malati Naringgul Ciptakan Banyak Karya dari Bahan Bekas di Masa Pandemi

7/15/2021 | 08:02 WIB Last Updated 2021-07-15T01:06:25Z
Beni (42) pengrajin warga Kampung Bunimekar, Desa Malati, Kecamatam Naringgul, Cianjur. (Foto: Desi Amelia Putri/ SignalCianjur)


SIGNALCIANJUR.COM- Masa pandemi Covid-19 saat ini berdampak meluas ke sejumlah sektor bidang usaha masyarakat.


Hal tersebut tidak menyurutkan semangat dirasakan Beni (42) pengrajin alat bekas warga Kampung Bunimekar, Desa Malati, Kecamatam Naringgul Kabupaten Cianjur, Kamis (15/7/2021).

"Sudah lama telah menciptakan berbagai jenis kerajinan tangan mencoba demi penghasilan," aku Beni kepada SignalCianjur.

Dia menuturkan, membuat berbagai macam jenis, seperti alat tambal ban listrik manual dan alat korter buring motor dari bahan bekas. 

Beni bercerita, berbekal pengalaman dari kreatif sendiri. Selain itu juga bisa membuat jenis kerajinan seperti membuat serangka dan perah golok dengan berbagai motif sesuai pesanan dan membuat asbak dari kayu serta merangkai alat cuci steam mini motor. 

"Ya, meskipun masa pandemi saat ini tetap bertahan memproduksi sesuai pesanan saja," ujarnya.

Sementara, satu hari dirinya bisa membuat atau merangkai alat tersebut hanya bisa selesai produksi satu produk kerajinan yang dihasilkan. Hanya bisa membuat kerajinan satu jenis saja, dan siap dijual.

"Karena proses pembuatan membutuhkan waktu yang lama, artinya agar hasilnya baik berkualitas juga," bilang Beni.

Sebetulnya, masih ujar Beni, tidak belajar. Hanya awalnya mencoba dan mencoba, karena profesi selama ini daripada diam di rumah tanpa ada kegiatan, maka memilih untuk berkarya. 

"Itu juga kalau atau apabila ada pesanan dari alat bekas masih bisa dipakai tapi," ucapnya.

Setelah masa pandemi Covid-19, dia mencoba membuatnya hingga saat ini masih bertahan menekuni putar otak dan berkreasi. Namun terbentur alat dan modal produksi dan untuk pembelian bahan bekas itu memerlukan modal. 

"Nah, terkait lokasi saya di kampung pedalaman jauh dari jalan raya. Sehingga kurang peminat dan susah pemasarannya," aku Beni.

Terakhir, Beni berharap, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur melalui dinas terkait atau siapapun para donatur dan dermawan mau bantu dan kerjasama.

"Saya selalu menunggu atas perhatian akan masyarakat kecil seperti saya ini kang," tutupnya.

Terpisah, mantan Kepala Desa Malati, Kecamatan Naringgul Hendar mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mencarikan solusi bagi pengrajin yang ada di ruang lingkup Desa Malati. Banyak pengrajin di desa ini, namun memang terkendala dengan pemasaran dan modal.

"Intinya belum maksimal. Dan, mudah-mudahan kedepan ini akan menjadi ikon dan dimana para pengrajin ini akan kita perkenalkan ke luar daerah," singkatnya.(Mey)
×
Berita Terbaru Update