Notification

×

Iklan

Iklan

Miris! Kosasih Warga Nagrak Cianjur Kesulitan Minta Alat Bantu Kursi Roda, Tokoh Masyarakat Keluhkan Hal Ini

1/15/2026 | Januari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T22:36:52Z
Kosasih, (70) warga Jalan Gatot Mangkupraja RY4/4, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur yang menjadi korban kecelakaan tertabrak motor. (Foto: SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR- E Kosasih, (70) warga Jalan Gatot Mangkupraja RY4/4, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur yang menjadi korban kecelakaan tertabrak motor, hingga kini masih kesulitan menjalani masa pemulihan karena keterbatasan alat bantu (kursi roda).

Dia mengakui, sangat mendambakan adanya kursi roda untuk membantu aktivitas sehari-hari, mengingat Puskesmas Nagrak hanya memiliki satu unit kursi roda yang tidak dapat dipinjamkan. 

"Ya! Saya harus menjadi kemana dan bingung. Nah! Sedangkan banyak kebutuhan biaya (ekonomi) antar jemput anak sekolah. Keahlian hanya di bidang kelistrikan" aku dia saat ditemui wartawan, Kamis (15/1/2025) pagi.

Kini, hal tersebut Om Beng merasakan prihatin melihat kondisi tetangganya menimbulkan keprihatinan warga dan tokoh masyarakat, yang berharap adanya perhatian serta penambahan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang memang sangat membutuhkan. 

Selian itu, ia juga menyampaikan keprihatinan atas keterbatasan fasilitas kesehatan di Puskesmas Nagrak yang hingga saat ini hanya memiliki satu unit kursi roda. Kondisi tersebut berdampak langsung pada warga, khususnya korban kecelakaan tabrak motor yang masih dalam masa pemulihan.

"Tapi belum dapat memperoleh pinjaman kursi roda untuk menunjang proses penyembuhan," keluhnya merasa sangat disayangkan.

"Nah! Terutama bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas," ucap Om Beng.

Masih ujar dia, akibat tidak tersedianya fasilitas tersebut, Om Beng menyesalkan beban pemulihan pasien menjadi lebih berat dan keluarga harus mencari alternatif sendiri.

Seorang tokoh masyarakat (Toma), alias Om Beng juga berharap pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat segera melakukan evaluasi serta menambah sarana prasarana kesehatan di Puskesmas Nagrak.

"Khususnya pengadaan kursi roda dan alat bantu medis lainnya," pintanya.

Selain itu, diharapkan adanya kebijakan yang lebih berpihak pada kondisi darurat warga, sehingga pasien yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara cepat dan manusiawi.

"Ya! Artinya untuk peningkatan fasilitas ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan dan menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan puskesmas," tutup dan harap Om Beng.

Informasi diterima, keterbatasan sarana ini dinilai mencerminkan kurangnya kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam merespons kebutuhan darurat dan pascakecelakaan di masyarakat. Situasi ini sangat memprihatinkan karena kursi roda merupakan alat bantu dasar yang seharusnya tersedia memadai. (Red/*)





×
Berita Terbaru Update