Notification

×

Iklan

Iklan

Duh, Gizi Buruk di Cianjur Naik Signifikan

6/09/2021 | 12:16 WIB Last Updated 2021-06-09T05:20:54Z
Prihatin, Bayu anak kasus gizi buruk kondisi semakin kritis dirawat di RSUD Cianjur, dambakan perhatian serius. (Foto: SignalCianjur)


SIGNALCIANJUR.COM- Kasus balita mengalami gizi buruk dialami anak usia 20 bulan Muhammad Bayu, anak pasangan suami istri Ahmidin (39) dan Alissa (31), warga Kampung Simpangtilu, RT 2/3, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, kian hari semakin memprihatinkan, Rabu (9/6/2021).

Ketua Komunitas 234 SC Regwil Cianjur Sony Farhan mengatakaan, masih belum menemukan solusi, menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, kasus gizi buruk dalam kurun waktu 2019 hingga 2021 ada sekitar 289 kasus balita mengalami gizi buruk.

Menurut catatan, masih ujarnya, hal ini minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi anak dan penyakit penyerta menjadi penyebab utama.

"Ya, serta kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai bahaya gizi buruk," katanya kepada awak media.

Sementara, catatan Dinkes Cianjur berdasarkan data tercatat kasus gizi buruk pada tahun 2019 ada 93 kasus balita mengalami gizi buruk.

"Nah, angkanya naik secara signifikan pada tahun 2020 menjadi 153 kasus balita mengalami gizi buruk," terang Sony.

Hal ini tentunya menjadi catatan penting bagi Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur, untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap kasus tersebut.

"Sehingga ada penurunan mengenai kasus tersebut," harap Sony.

Masih ujarnya, apabila kasus ini tidak ditangani dengan cepat, maka kemudian akan menjadi kerugian besar bagi pemerintah karena hilangnya generasi muda Cianjur sebagai investasi SDM masa depan. 

"Saya mewakil rekan Komunitas 234 SC Regwil Cianjur kemarin menjenguk kembali saudara Bayu balita yang terkena penyakit gizi buruk," aku Sony.

Ia mengungkapkan, juga berkomunikasi langsung dengan orang tua Bayu. Bahwa saat ini masih dalam kondisi koma sudah dua hari dan kondisinya semakin memburuk.

Selain itu juga dengan kondisi yang semakin memburuk orang tua bayu mengalami kesulitan ekonomi untuk biaya hidup selama mereka menunggu di RSUD Cianjur

Melihat kondisi Bayu semakin memburuk, Sony memaparkan, orang tua bayu yang mengalami kesulitan ekonomi untuk makan dan memenuhi kebutuhan selama di RSUD Cianjur, untuk itu mengajak kepada para elit politik baik eksekutif maupun legislatif atau juga pengusaha dermawan untuk sama-sama membantu.

"Ya, minimalnya bisa meringankan beban yang sedang dialami saat ini," ajaknya.

Ia menambahkan, karena hal ini juga buka hanya persoalan penyakit gizi buruk yang dialami oleh Bayu. Namun juga ini soal kemanusiaan yang harus sama-sama jungjung tinggi.

"Mudah-mudahan ada jalan keluar dan solusi terbaik," ujar dan tandas Ketua Komunitas 234 SC Regwil Cianjur. (Red)
×
Berita Terbaru Update